TrawlBens – Tahun 2020 baru berjalan 4 bulan, tetapi banyak sektor usaha di Indonesia sangat terpukul akibat pandemi Covid-19 yang mendatangkan malapetaka bagi perekonomian nasional.

Penyakit seperti pneumonia yang sangat menular tersebut mematikan banyak sektor usaha, yang bertahan hanya beberapa saja. Kebanyakan usaha yang menawarkan produk atau layanan kesehatan yang masih bertahan hingga sekarang, bahkan menuai omset tinggi. Sementara itu lebih banyak sektor lain yang mengalami penurunan omset drastis, bahkan hingga 100%. Pandemi Covid-19 ini membuat perusahaan maskapai penerbangan, hotel, hingga ke industri ritel dan makanan mengalami pukulas keras.

Sejak awal maret 2020 lalu, pemerintah secara resmi menetapkan Covid-19 sebagai pandemi nasional. Praktis banyak perusahaan yang terganggu perekonomiannya hingga memaksa karyawannya bekerja dari rumah atau work from home, Sementara yang lain terpaksa memutus hubungan kerja dengan beberapa karyawannya. Akibatnya PHK massal tak dapat di elakkan.

Industri Pariwisata

Tujuan wisata populer di Indonesia mengalami mimpi buruk yang menjadi kenyataan, pasalnya banyak pembatalan dari ratusan ribu wisatawan, yang menimbulkan kerugian senilai trilliunan rupiah.

Kepala daerah Asosiasi Pemandu Wisata Indonesia (HPI) untuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Btaona, mengatakan pada 11 maret bahwa sekitar 45.000 wisatawan telah membatalkan rencana mereka untuk mengunjungi tujuan-tujuan utama di wilayah itu dari Januari hingga Mei.

Sementara Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (Astindo) mencatat penurunan hampir 90 persen dalam penjualan karena pembatalan pada 12 Maret. Asosiasi mencatat bahwa potensi kerugian pada bulan Februari saja dapat mencapai Rp. 4 Trilliun (US $ 244,96 juta) di antara para anggotanya.

Industri Perhotelan

Dalam dunia industri perhotelan juga menjadi sektor yang paling terpukul, tingkat hunian hotel di Indonesia jatuh jauh dibawah rata-rata musiman di Indonesia.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan tingkat hunian keseluruhan negara ini telah turun jadi 30% hingga 40% persen sejak wabah masuk ke Indonesia pada awal Maret. Padahal biasanya rata-rata musiman paling rendah hanya 50% sampai 60%. Beberapa hotel turun hingga 20% setelah Indonesia mengumumkan kasus pertamanya pada Maret.

industri perhotelan

Kepala daerah PHRI di Batam Muhammad Mansur juga melaporkan sebanyak 9 hotel di Batam telah menghentikan operasinya dan merumahkan lebih dari 100 pekerja, karena tingkat hunian mereka telah jatuh di bawah 5 persen.

Industri Penerbangan

Maskapai penerbangan Indonesia telah melihat penurunan drastis dalam jumlah penumpang sejak awal Maret, mendorong banyak orang untuk mengambil langkah-langkah efisiensi dan memberhentikan karyawan mereka.

Ketua Asosiasi Pengangkutan Udara Nasional Indonesia (INACA) Denon Prawirarmadia mengatakan pada hari Kamis bahwa semua maskapai penerbangan telah memotong penerbangan dan rute mereka hingga 50 persen atau lebih karena penurunan jumlah penumpang.

Operator bandara menderita kerugian hingga Rp. 207 miliar karena pembatalan penerbangan dari penumpang.

Industri Makanan dan Minuman

Moka Teknologi Indonesia, perusahaan penyedia layanan kasir digital kepada lebih dari 30.000 pedagang di Indonesia, melaporkan bahwa dari 17 kota yang diamati, industri makanan dan minuman atau Food & Beverage (F&B) di 13 mengalami penurutan signifikan dalam pendapatan harian.

Data internal dari perusahaan menunjukkan bahwa Surabaya di Jawa Timur dan Bali mengalami penurunan terbesar, dengan industri makanan & minuman di Surabaya mengalami penuruan 26 persen dalam pendapatan harian dan Bali 18 persen. Kedua kota tersebut di ikuti oleh Jabodetabek, khususnya di daerah Depok Jawa Barat, Tangerang Banten, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Akibatnya, rantai restoran yang mempekerjakan ribuan pekerja secara global memilih untuk merumahkan karyawannya untuk sementara waktu guna menutupi pengeluaran operasional. Di antara mereka adalah Ismaya Group, yang memiliki lebih dari 20 merek restoran dengan lebih dari 60 outlet di negara ini, dan Boga Group, yang menjalankan lebih dari 150 restoran dan mempekerjakan lebih dari 5.000 orang.

Baca Juga : Ide Bisnis Usaha Di Era Digital

Industri Retail

Menurut data internal Moka, industri ritel di tujuh kota yang terkena pandemi diantaranya Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, dan Depok serta Bandung mengalami penurunan omset paling besar, dan yang paling mengalami kerugian adalah Jakarta Barat yang menderita penurunan 32 persen dalam pendapatan harian per outlet.

Jumlah pengunjung ke pusat perbelanjaan juga menurun, mendorong beberapa mal untuk sementara waktu menutup pintu mereka tetapi masih membuka akses ke penyewa yang melayani kebutuhan dasar, seperti supermarket dan toko obat. Di Bandung, enam pusat perbelanjaan telah ditutup sebagai pada hari Rabu.

Ketua Asosiasi Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan kepada kompas.com pada 16 Maret bahwa jumlah pengunjung Mal telah turun hingga 50 persen setelah pengumuman pertama kasus Covid-19 yang positif. Jumlah itu turun lebih jauh setelah pemerintah mendesak orang untuk tinggal di rumah pada pertengahan Maret.

Sektor Jasa Pengiriman & Logistik Tetap Beroperasi Penuh

Di saat banyak sektor usaha yang terpaksa harus berhenti beroperasi di tengah pandemi corona seperti sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, MICE, Mall & Ritel, dan banyak lagi yang lain, tetapi usaha cargo atau ekspedisi tetap beroperasi melayani pengiriman barang.

Ketika pandemi Covid-19 menyebar, jasa cargo atau ekspedisi membantu pemerintah dalam suplai barang-barang kebutuhan logistik. Maka dari itu jasa pengiriman barang atau ekspedisi menjadi salah satu sektor yang diperbolehkan oleh pemerintah. Karena kegiatan logistik sangat penting untuk tetap beroperasi ditengah bencana alam atau pada kondisi seperti sekarang ini, mengingat kebutuhan masyarakat yang terkena dampak covid-19 tersebut harus tetap terpenuhi.

Untuk itu, peluang usaha cargo merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk anda yang menginginkan usaha yang awet hingga puluhan tahun dan bertahan dalam berbagai kondisi apapun.


Yuks!! Bagikan Artikel Ini