Trawlbens - Mungkin, Anda pernah melihat proses pengiriman alat berat atau berniat mengirim alat tersebut memakai jasa pengiriman tertentu. Pasalnya, alat berat termasuk kebutuhan pokok dalam menjalankan berbagai proyek-proyek pembangunan, seperti pembangunan jembatan, pembangunan jalan, pembangunan gedung, dan lain-lain. Sayangnya, tidak semua perusahaan mempunyai alat berat untuk menjalankan aktivitas pembangunan.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan berbagai kebijakan untuk memeratakan pembangunan mendorong peningkatanmobilitas alat berat, mulai dari kota besar di Indonesia sampai daerah-daerah pelosok yang membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, Anda memerlukan jasa cargo dan ekspedisi profesional untuk mengirim alat berat ke tempat-tempat tertentu demi mendukung aktivitas usaha.

Pakai Jasa Pengiriman Alat Berat Paling Profesional di Indonesia

Lantas, bagaimana jasa cargo dan ekspedisi tertentu mampu mengirim alat berat ke berbagai daerah? Padahal, alat berat mempunyai ukuran dan bobot yang tidak sedikit. Biasanya, dalam hal ini, jasa pengiriman kerap memakai metode-metode tertentu. Secara umum, metode ini meliputi DTD, PTP, DTP, dan PTD.

Dengan memahami metode pengiriman dengan baik dan benar, Anda dapat memperkecil risiko. Selain itu, Anda mempunyai kesempatan memetakan biaya sesuai budget yang disediakan perusahaan. Jadi, pelanggan berhak memilih metode sesuai kebutuhan. Namun, sebelum memilih, ada baiknya Anda membaca artikel metode pengiriman untuk alat berat berikut.

1. DTD (Door to Door)

Metode pengiriman untuk alat berat yang pertama dikenal sebagai DTD (Door to Door). Metode ini menawarkan layanan penjemputan dan pengiriman (pick up dan delivery) dari alamat pengirim sampai ke alamat tujuan. Dengan demikian, DTD merupakan metode pengiriman yang menguntungkan, tetapi dengan biaya yang besar.

2. PTP (Port to Port)

Jika berniat mengurangi ongkos pengiriman alat berat, maka pertimbangkan memakai metode pengiriman PTP (Port to Port). Pasalnya, metode ini menawarkan jasa pengiriman sampai ke gudang-gudang tertentu, seperti di pelabuhan. Jadi, jasa pengiriman tidak mempunyai tanggung jawab menjemput atau mengirim barang dari alamat pengirim sampai ke alamat tujuan.

pengiriman alat berat

3. DTP (Door to Port)

Berbeda dari DTD dan PTP, DTP (Door to Port) menawarkan penjemputan alat berat dari alamat pengirim dan mengantarnya sampai ke gudang tujuan, bukan ke alamat tujuan. Jadi, jika dihitung, DTP menawarkan ongkos kirim yang lebih rendah dari DTD dan lebih tinggi dari PTP.

4. PTD (Port to Door)

Nah, untuk metode pengiriman yang terakhir, Anda harus mengirim alat berat ke gudang kirim sebelum jasa pengiriman memutuskan untuk mengantarkan alat berat tersebut ke alamat yang ditunjuk. Dengan demikian, jasa pengiriman tidak berhak menjemput alat berat dari alamat pengirim.

Untungnya, Trawlbens sebagai jasa cargo murah berbasis aplikasi pertama di Indonesia, hadir di masyarakat sebagai solusi mengirim alat berat ke berbagai daerah, khususnya memakai layanan TrawlHeavy. Dengan mendownload aplikasi Trawlbens di GooglePlay atau AppStore, Anda dapat memperoleh layanan pengiriman alat berat melalui berbagai metode.


Yuks!! Bagikan Artikel Ini