Trawlbens - Jasa Import. Tersebar di lebih dari 17.500 pulau, kepulauan Indonesia adalah pusat perdagangan penting di Asia Tenggara. Negara pulau ini berbatasan dengan Malaysia, Timor-Leste, dan Papua Nugini melalui darat, dan Pulau Christmas, India, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Australia, dan Palau melalui laut. Terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan oleh importir(pengimpor) dan eksportir(pengekspor) di Indonesia agar dapat mengirimkan barang dari dan ke luar Indonesia.

Proses Registrasi

Untuk importir

Untuk dapat mengimpor secara legal di Indonesia, importir yang dalam hal ini dapat berupa orang atau perusahaan, diharuskan untuk mendaftar ke departemen perdagangan Indonesia dan mendapatkan nomor identifikasi pabean (Nomor Identitas Kepabeanan, NIK), nomor identifikasi pribadi yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai. Selain NIK, importir harus memiliki Angka Pengenal Importir (Angka Pengenal Impor, API) yang berfungsi sebagai catatan dalam database importir dan kegiatan impornya. Semua aktivitas impor dilarang tanpa API.

Intinya, ada tiga jenis izin impor yang tersedia di Indonesia. : API-U (Lisensi Impor Umum); API-P (Izin Impor Produsen); dan Lisensi Impor Terbatas, juga dikenal sebagai API Terbatas (API-T). Izin ini terbatas pada industri tertentu dan tidak mengizinkan impor barang yang tidak terkait dengan sektor bisnis tersebut. Untuk eksportir

Eksportir pun harus terlebih dahulu mendapatkan NIK untuk melakukan kegiatan ekspor. Selain itu, perusahaan pengekspor harus sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan salah satu izin usaha berikut ini: Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Kementerian Perdagangan; Izin manufaktur dari Kementerian Perindustrian, atau izin lain yang dikeluarkan oleh otoritas terkait; Izin PMA yang diterbitkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM); atau Nomor identifikasi eksportir (APE).

Dokumen yang Dibutuhkan

Untuk importir

Pelaku usaha yang masuk ke Indonesia harus menyediakan dokumen-dokumen berikut:

  • Faktur komersial, ditandatangani oleh produsen atau pemasok
  • Bill of lading
  • Sertifikat asuransi
  • Daftar kemasan
  • Izin impor
  • Deklarasi bea cukai

Untuk eksportir

  • Bisnis yang mengekspor keluar Indonesia harus menyediakan dokumen-dokumen berikut:
  • Bill of Lading, Airway bill atau dokumen transportasi lainnya seperti kuitansi pos, kuitansi kargo
  • Surat Tagihan
  • Pemberitahuan Ekspor Pabean
  • Daftar Kemasan
  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
  • Sertifikat asuransi
  • Izin Ekspor
  • Sertifikat asal.

Dalam beberapa kasus, dokumen berikuti ini mungkin juga diperlukan

  • Pertanggungan
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Pernyataan kualitas atau sertifikat kualitas

Ekspor LKP (Laporan Pemeriksaan Kebenaran), untuk produk yang mendapat fasilitas Bapeksta atau dikenakan PE (Pajak Ekspor) atau PET (Pajak Tambahan Ekspor). Importir dan Eksportir harus memperhatikan bahwa dokumen tersebut mungkin harus disiapkan dengan cara khusus untuk memenuhi persyaratan negara impor atau ekspor. Dokumen yang diperlukan tergantung pada jenis barang yang diimpor (antara lain barang umum, barang pribadi, barang berbahaya, dan ternak).

jasa import

Tarif dan Pajak

Pabean Indonesia menggunakan skedul tarif berdasarkan Harmonized Commodity Description and Coding System untuk mengklasifikasikan barang impor dan ekspor, bukan yang berasal dari negara anggota ASEAN. Untuk barang yang datang dari ASEAN, Indonesia mengikuti tarif preferensial yang tersedia.

Tarif impor dan pajak

Bea masuk di Indonesia bervariasi dari 0% hingga 170%, namun sebagian besar barang impor menarik bea dalam kisaran 0% hingga 15% persen. Besarnya bea masuk tergantung jenis barang yang diimpor, berdasarkan kode HS produk.

Pajak penjualan impor dikenakan atas impor di titik masuk (kecuali untuk barang-barang yang dianggap penting oleh pemerintah) dengan tarif dalam kisaran 5% dan 30%.

Lebih lanjut, Indonesia berkomitmen pada Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN di mana bea impor dari negara-negara anggota umumnya berkisar dari 0% hingga 5%, kecuali untuk produk-produk yang tercantum dalam daftar pengecualian.

Tarif ekspor dan pajak

Eksportir dibebaskan dari bea keluar, PPN, dan pajak atas produk mewah untuk bahan dan produk antara yang digunakan dalam pembuatan barang yang dihasilkan dari ekspor. Namun, ekspor barang-barang tertentu seperti kulit mentah, kulit putih kecokelatan dan batu bara dikenakan bea keluar masing-masing sebesar 25%, 15%, dan 5%.

Zona perdagangan bebas

Barang yang diimpor dan diekspor dari kawasan perdagangan bebas di Pulau Batam; fasilitas perdagangan bebas di dekat Tanjung Priok, pelabuhan utama negara; gudang berikat di Cakung, dekat Jakarta; dan zona pemrosesan ekspor lainnya, dibebaskan dari semua pajak impor dan ekspor.

Perjanjian perdagangan bebas

Indonesia adalah mitra ASEAN Trade in Goods Agreement dan anggota dari lima perjanjian perdagangan bebas regional (FTA) melalui ASEAN dengan:

  • Australia;
  • Cina;
  • India;
  • Jepang; dan
  • Korea

Negara tersebut juga memiliki FTA bilateral terpisah dengan Jepang,

Demikianlah prosedur yang harus dilakukan oleh importir dan eksportir di Indonesia. Namun dengan memakai jasa import dari Trawlbens, maka segala jenis perizinan akan di urus langsung oleh kami. Trawlbens sebagai jasa pengiriman barang berbasis aplikasi pertama di Indonesia memperkenalkan layanan TrawlExim yaitu service khusus dari kami untuk membantu Anda mengirimkan barang dari dan ke luar negeri dengan langkah yang mudah dan juga tarif yang murah. Jadi, untuk urusan export dan import, segera beralih ke Trawbens, A Super Logistics App in Your Hand.



Yuks!! Bagikan Artikel Ini