Trawlbens - Jasa Sewa Kapal ke Seluruh Indonesia Terbaik dan Termurah. Trawlbens sebagai perusahaan penyedia aplikasi pengiriman barang mempersembahkan layanan penyewaan kapal atau charter kapal dengan metode yang sangat mudah dan juga tarif yang sangat terjangkau untuk semua kalangan. TrawlBoat adalah layanan sewa kapal oleh Trawlbens yang menyediakan kapal seperti Kapal kargo dan kapal pinishi untuk kebutuhan pengiriman logistik anda sampai kapal speedboat untuk kegiatan rekreasi anda.

Cara Memesan Layanan Sewa Kapal TrawlBoat

  1. Download Aplikasi Trawlbens
  2. Registrasi
  3. Pilih layanan TrawlBoat
  4. Masukkan data pemesan
  5. Pilih jenis kapal
  6. Pilih metode penyewaan
  7. Klik order

Tentang Layanan Sewa Kapal ke Seluruh Indonesia

Sewa kapal sangat dibutuhkan banyak orang di Indonesia. Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari 70.000 lebih pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari kepulauan Talaud dan Pulau Rote. Jadi mobilitas barang dan orang biasanya dilakukan melalui laut dan udara. Maka dari itu kebutuhan kapal untuk pendistribusian barang sangat mendesak. Untuk itu lah Trawlbens memberikan layanan penyewaan kapal untuk berbagai kebutuhan anda, seperti untuk pengiriman barang, pendistribusian kebutuhan logistik perusahaan, pindahan barang dengan partai besar, sampai urusan rekreasi ke pulau pilihan anda.

Jenis Kapal Yang Disediakan Pada Jasa Sewa Kapal TrawlBoat

Kapal Kargo

sewa kapal

Jenis kapal ini biasanya digunakan untuk pengiriman barang dengan jumlah yang banyak atau besar. Biasanya barang tersebut dimasukkan kedalam peti kemas atau container dari berbagai ukuran seperti 10 feet, 20 feet, 40 feet sampai 45 feet. Kapal kargo ini memiliki kapasitas berbeda-beda, mulai dari sekitar 85 teus (twenty equivalent unit) hingga lebih dari 15.000 teus.

Kapal Phinisi

sewa kapal

Kapal Pinisi dulunya digunakan hanya untuk keperluan pengiriman barang, namun dewasa ini kapal pinishi sudah dipergunakan untuk kebutuhan komersial seperti untuk kapal wisata. Namun juga dapat digunakan untuk pengiriman barang ke pulau-pulau terpencil yang sulit di sandari oleh kapal besar seperti kapal kargo.

Kapal Speedboat

charter kapal

Kapal speedboat dapat disewakan untuk keperluan rekreasi ke pulau-pulau yang terdekat dari tempat tinggal anda. Misalnya seperti warga Jakarta yang berkeinginan mendapatkan pengalaman memancing ke tengah laut di perairan Kepulauan Seribu, maka menyewa kapal ini merupakan pilihan yang tepat untuk anda.

Jenis Metode Sewa Kapal TrawlBoat

Dalam dunia pelayaran, sewa menyewa atau charter kapal merupakan hal yang lazim dilakukan. Pada layanan sewa kapal oleh TrawlBoat terdapat 3 jenis metode utama dalam sewa kapal yang kami sediakan. Diantaranya :

A. Metode Sewa Kapal Time Charter

Jenis metode sewa kapal ini adalah metode penyewaan kapal antara pemilik kapal (owner ship) dan si penyewa (charterer) yang dikenakan biaya berdasarkan waktu penyewaan kapal yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Ketentuan Umum

  1. Pemilik kapal menerima sejumlah uang sewa kapal dari penyewa, dan kemudian pihak penyewa selanjutnya menyerahkan kapal yang disewakan kepada penyewa yang dipergunakan untuk keperluannya seperti pengangkutan logistik maupun untuk kegiatan rekreasi si penyewa.
  2. Waktu penyewaan sudah ditentukan pada hari pertama transaksi, lama nya bisa sampai 1 minggu, 1 bulan, setengah tahun maupun tahunan.
  3. Pada transaksi pertama ditentukan pula biaya-biaya apa saja yang menjadi beban antara pemilik kapal dan juga si penyewa kapal.
  4. Pada sistem sewa ini semua beban yang terkait dengan kapal seperti gaji ABK, perawatan kapal, perbekalan kapal dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemilik kapal (ship owner) sedangkan biaya-biaya saat sandar di pelabuhan, bahan bakar kapal, air minum dan segala biaya yang menyangkut kepentingan si penyewa maka semua beban tersebut menjadi tanggung jawab penyewa.

B. Metode Sewa Kapal Voyage Charter

Metode ini adalah metode penyewaan kapal antara pemilik kapal dan si penyewa yang biayanya dihitung berdasarkan trayek angkutan atau perjalan kapal. Dalam sekali trayek, si penyewa menyewa kapal kepada pemilik kapal dengan menyerahkan sejumlah biaya, kemudian si pemilik kapal menyerahkan sebagian ruangan kapal atau sepenuhnya kapal tersebut kepada si penyewa.

Ketentuan Umum

  1. Pemilik kapal bertanggung jawab atas semua biaya-biaya yang menyangkut kapal seperti pada saat kapal bersandar di pelabuhan, dalam proses pengangkutan maupun bahan bakar dan kebutuhan ABK.
  2. Pihak penyewa hanya diberikan tanggung jawab dalam membayar uang sewa muatan sesuai tarif yang telah disepakati bersama saat awal transaksi.

C. Metode Sewa Kapal Bareboat Charter

Pada metode ini pihak si pemilk kapal menyerahkan kapal nya dalam keadaan kosong kepada si penyewa setelah penyewa menyerahkan sejumlah biaya kepada pemilik kapal.

Ketentuan umum

  1. Kapal yang diberikan kosong tanpa ABK
  2. Kapal tetap dilengkapi dengan segala sarana dan peralatan dan perlengkapan kapal

sewa kapal

Ketiga metode penyewaan kapal di atas merupakan metode yang paling banyak diminati oleh orang. Tetapi terdapat 8 metode sewa kapal lainnya yang terkadang dipakai oleh orang. Di antaranya adalah :

D. Trip Time Charter

Metode ini merupakan variasi dari Voyage Charter, jika voyage charter dihitung per trayek tetapi trip time charter disewakan berdasarkan waktu dengan tujuan satu atau dua trayek.

Ketentuan Umum

  1. Pelayaran dan pelabuhan yang dituju harus susuai dengan perjanjian awal.
  2. Jenis barang yang di angkut harus barang yang diperbolehkan oleh hukum. Barang-barang ilegal seperti senjata api, narkoba, satwa dilindungi dan lain-lain.

E. Trip Voyage Charter

Trip voyage charter merupakan metode dimana kapal dicharter untuk pelayaran dari satu atau beberapa pelabuhan untuk memuat barang menuju satu atau beberapa pelabuhan pembongkaran barang untuk satu trip/trayek.

Ketentuan Umum

  1. Untuk metode ini, biaya sewa kapal dihitung berdasarkan banyaknya atau besarnya barang.

F. Berth Charter

Jenis metode ini dipergunakan untuk kasus tidak dapat ditentukan dengan pasti apakah jenis barang dan banyak koli barang yang diangkut. Jenis barang dan banyaknya koli akan ketahuan ketika barang sudah sampai di pelabuhan pemuatan di dermaga pelabuhan (on the berth). Pada prakteknya, jenis metode ini sangat jarang dipakai oleh orang,

Ketentuan Umum

  1. Jika penyewa kapal tidak berhasil mengisi ruangan kapal sesuai dengan kontrak, maka akan dikenalakan Dead Freight.

G. Dead Weight Charter

Dead Weight Charter sebenarnya tidak terlalu berbeda dari Voyage Charter. Si penyewa menyewa ruangan kapal penuh atau tidak penuh untuk beberapa trip.

Ketentuan Umum

  1. Jika penyewa berhasil mengisi ruangan kapal hingga penuh atau tidakpun, biaya charter tetap sebesar yang telah dijanjikan di awal.

H. Gross Charter

Dalam metode Charter ini, di dalam surat kontrak Charter kapal ditetapkan bahwa seluruh biaya kapal di pelabuhan, sewa pelabuhan, ongkos stevedore di atas kapal, biaya tally gudang dan lain-lain menjadi beban si pemilik kapal.

Ketentuan Umum

  1. Seluruh biaya yang di tanggungkan tersebut diperhitungkan oleh pemilik kapal dalam menentukan besarnya biaya sewa charter kapal.

I. Net Charter

Jenis metode charter ini adalah kebalikan dari metode charter Gross Charter, dimana segala biaya yang di sebutkan di atas akan menjadi tanggungan si penyewa.

Ketentuan Umum

  1. Biaya yang menjadi tanggungan pemilik kapal hanya biaya tetap kapal dan bunkers.
  2. Sewa Charter dalam Gross Charter lebih besar dari pada dalam Net Charter.

J. Clean Charter

Dalam Clean Charter, pemilik kapal hanya menanggung biaya untuk Chartering Brokers (Brokerage) dan tidak dibebani oleh biaya lain, misalnya Address-Commission.

Address-Commission merupakan suatu Return Commission yang diberikan oleh pemilik kapal kepada Pencharter atas uang tambang yang dibayarnya. Jadi merupakan rabat atau potongan yang besarnya kira-kira 2,5% dari uang tambang bersih.

Ketentuan Umum

  1. Dalam pembelian barang-barang atas dasar FOB, si penyewa merupakan si pembeli sehingga dialah yang menerima komisi tersebut.
  2. Jika atas dasar C & F atau CIF penjual yang merupakan penyewa, sehingga dialah yang menerima komisi tersebut.
  3. Kalau dipergunakan syarat Free of Address, maka pemilik kapal tidak membayar Address-Commission kepada pencharter.

K. Lumpsum Charter

Dalam metode Charter ini, biaya sewa Charter ditentukan sebagai berikut : Si penyewa menyewa seluruh atau sebagian ruangan kapal sesuai dengan kontrak awal dengan memberikan sejumlah uang tertentu yang merupakan jumlah yang tetap/Lumpsum.

Metode Lumpsum Charter ini sering digunakan oleh perusahaan pelayaran dalam Liner Service ketika tonnage kapal-kapalnya tidak mencukupi untuk memenuhi pengangkutan barang-barang yang tersedia dalam trayek/trip yang dilayani.

Ketentuan Umum

  1. Apakah ruangan yang dicharter tersebut di isi penuh oleh Pencharter atau tidak, sewa Charter untuk pemilik kapal tetap sebesar jumlah uang yang dijanjikan semula.

Jasa Sewa Kapal Untuk Rekreasi/Wisata

Di tengah kesibukan masyarakat kota besar seperti Jakarta, kegiatan hiburan sangat diperlukan agar setidaknya dapat mengurangi stress akibat terlalu banyak bekerja. Salah satu cara menghilangkannya adalah dengan berwisata dengan keluarga maupun sendiri. Memancing di laut lepas atau pergi ke sebuah pulau mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk merelaksasikan. Namun biasanya yang terjadi adalah orang tidak tahu bagaimana cara menyewa kapal untuk melakukan kegiatan wisata seperti memancing tersebut di laut lepas.

Melihat peluang tersebut, Trawlbens dengan layanan sewa kapal nya TrawlBoat membuka layanan penyewaan kapal untuk kegiatan wisata dan rekreasi anda. Kapal yang kami sewakan khusus untuk kegiatan wisata seperti Yacht, Speedboat, Kapal Pesiar Kecil, Kapal Phinisi, dan lain sebagainya.

charter kapal

Sistem penyewaan kapal TrawlBoat juga sangat mudah dan sederhana dilakukan. Anda tinggal memesannya di aplikasi Trawlbens dan pilih layanan TrawlBoat. Disitu akan tertera jenis kapal yang bisa di charter beserta tarifnya. Dan jangan khawatir soal biaya, kami menawarkan tarif sewa kapal paling murah di bandingkan jasa [sewa kapal ]/trawlboat/)lainnya.

Jasa Charter Kapal Untuk Kebutuhan Pengiriman Logistik

TrawlBoat merupakan layanan jasa sewa kapal yang dapat digunakan untuk mengangkut dan mendistribusikan barang dan kebutuhan logistik perusahaan/perorangan. Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadikan pendistribusian barang menjadi tersendat. Apalagi pengiriman barang dengan jumlah yang besar. Maka dari itu kapal merupakan armada yang paling krusial bagi pengiriman barang.

TrawlBoat menyediakan berbagai macam kapal yang dapat di sewa untuk kegiatan pengiriman barang tersebut. Mulai dari kapal kargo hingga kapal speeboat untuk menyisir pulau yang tidak dapat disandari oleh kapal bermuatan besar. TrawlBoat juga menjamin keamanan dan keselamatan barang hingga ke tangan penerima. Selain itu TrawlBoat juga menyediakan staff yang profesional dalam proses kegiatan perkapalan. Dan satu lagi yang paling penting adalah tarif yang TrawlBoat tawarkan sangat murah jika dibanding jasa sewa kapal lainnya. Oleh sebab itu TrawlBoat merupakan pilihan yang paling sempurna untuk anda yang membutuhkan penyewaan kapal ke seluruh Indonesia.

Kelebihan Layanan Sewa Kapal Dari TrawlBoat

Sewa kapal milik Trawlbens yaitu TrawlBoat memiliki kelebihan yang cukup menarik dibandingkan dengan jasa sewa kapal lainnya. TrawlBoat merupakan layanan penyewaan kapal berbasis aplikasi pertama di Indonesia. Segala kegiatan penyewaan kapal cukup ada dalam genggaman anda saja. Begitu juga untuk pembayaran dapat dilakukan dengan apliasi Trawlbens.

Selain itu, jika berbicara soal biaya, TrawlBoat merupakan jasa sewa kapal yang sangat murah dibandingkan jasa sewa kapal lainnya. Namun jangan khawatir dengan pelayanannya, sebab walaupun tarif yang kami patok sangat murah, tetapi pelayanan yang kami berikan tetapi nomor satu untuk anda. Demikianlah ulasan mengenai layanan sewa kapal TrawlBoat dari Trawlbens. Semoga bermanfaat.

Istilah-Istilah Dalam Penyewaan Kapal

Charter Party : Adalah metode sewa menyewa ruangan kapal baik separuh atau keseluruhan ruangan kapal. Istilah ini lebih populer dengan Perjanjian Charter atau Charter Party (CP)

Ship Owner : Istilah ini adalah istilah untuk pemilik kapal yang statusnya individu/perorangan atau secara berkelompok dalam satu perusahaan yang menyewakan kapalnya kepada penyewa kapal (charterer)

Charterer : Istilah ini dipakai untuk menyebut penyewa kapal. Bisa berstatus perorangan maupun kelompok dari suatu perusahaan.

Chartering Broker : Chartering broker adalah perwakilan dari pemilik kapal yang tugasnya mencari penyewa kapal/charterer atau mencari muatan.

Owner Agents : Istilah ini adalah penyebutan untuk perwakilan pemiliki kapal yang tugasnya memberikan petunjuk kepada nahkoda atau ABK dalam pengurusan keperluan kapal di Pelabuhan Pemuatan dan di Pelabuhan Pembongkaran. Selain itu tugasnya juga mengawasi perjanjian antara Owner Ship dan Charterer.

Chartering Agents : Ialah istilah untuk perwakil dari penyewa kapal/Charterer yang bertugas untuk mencari ruangan kapal/mencari pemilik kapal.

Charteres Agents : Istilah ini adalah untuk menyebut perwakilan dari Charterer/penyewa kapal yang bertugas untuk mengurus kepentingan penyewa kapal di Pelabuhan Pemuatan, serta mengawasi realisasi charter party.

Receivers Agents : Perwakilan penyewa kapal yang tugasnya mengurus kepentingan penyewa (pembeli barang) serta menerima barang di Pelabuhan Pembongkaran.

Charter Fee : Charter Free adalah biaya yang ditetapkan dari transaksi sewa-menyewa kapal (Charter).

Load Displacement : Berat kapal secara keseluruhan yang sedang terapung pada sarat maksimum (maximum capacity = full capacity) yang diijinkan (summer draft)

Light Displacement : Berat kapal ketika dalam keadaan benar-benar kosong.

Measurement Cargo : Muatan yang berukuran 40 kali ke atas setiap ton dari 2240 Lbs

Deadweight Cargo : Muatan yang berukuran kurang dari 40 kali ke atas setiap ton dari 2240 Lbs.

Bill Of Lading (B/L) : Surat muat kapal Pihak Carrier yang berisi persetujuan bahwa barang yang termasuk ke dalam B/L tersebut telah dimuat dan menjadi tanggung jawabnya dengan semua resikonya ketika sedang dalam proses pengiriman (rusak, hilang, dan sebagainya).

Laydays : Suatu situasi dan kondisi sejak dimulai dari saat N.O.R. telah diterima oleh si penyewa.

Demurage/Days On Demurage : Jika penyewa kapal tidak dapat menyelesaikan pemuatan/pembongkaran dalam waktu yang telah ditentukan dalam kontrak charter party, maka jumlah hari keterlambatan itu disebut demuage, kemudian Ship Owner berhak meminta dan mendapatkan ganti rugi atas keterlambatan tersebut.

Demurage Money : Demurage money adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke pemilik kapal/Ship Owner karena terjadi demurage tersebut.

Despatch Days : Jumlah hari yang yang lebih cepat dari jumlah hari yang ditentukan untuk memuat atau membongkar barang dalam charter party.

Notice of Arrival : Suatu surat pernyataan dari pihak kapal disampaikan kepada Shipper atau Consignee bahwa kapal siap datang.

Despatch Money : Sejumlah uang yang dibayarkan kepada Charterer/penyewa kapal karena terjadi despatch days.

Sublet atau Recharter : Istilah ini digunakan untuk menyebut kegiatan menyewakan kembali suatu kapal yang telah disewa ke pihak ke tiga, karena masa charter/sewa sesuai C/P belum berakhir.

Disponent Owner : Adalah istilah untuk orang yang menyewakan kembali kapal yang di sewanya kepada penyewa asli/owner ship.

Fair Wear & Tear : Kerusakan atau keadaan kapal yang dichaterekan menjadi lebih buruk akibat keausan atau juga akibat dari pemakaian biasa

Lawful Merchandise : Adalah muatan perdagangan yang sah di mata humum internasional maupun domestik.

Contrabande Goods : Barang muatan yang dilarang berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku.

Sailing Schedule : Jadwal pelayaran

Inducement : Jumlah muatan

Flow of Goods : Arus barang

Export Boom : Sikon ekspor meningkat atau ledakan ekspor

Export Drive : Penggalakan ekspor

Ballasting in Sail : Kapal berlayar menuju pelabuhan tertentu dalam keadaan kosong

Bulky Cargo : Komoditi muatan suatu kapal jumlahnya sedikit tetapi nilainya mahal (contoh lada putih, tembakau teh, dan lain-lain

Supply and Demand : Penawaran dan pemuatan

Subject Free : Persyaratan dalam C/P, bahwa Ship Owner dan calon Charterer, baru akan terikat kepada penawaran yang sedang dinegosiasikan, kalau pada saat calon Charterer menyatakan setuju mengambil kapal yang ditawarkan itu. Kapal tersebut tidak dalam emploiment tertentu.

Subject to Term : Persyaratan dalam C/P ditentukan oleh keadaan muatan di Pelabuhan Pemuatan (Leading Port) yaitu apakah di Pelabuhan Pemuatan tersedia muatan yang cukup untuk diangkut oleh kapal yang dicharter tersebut.

Subject to Licence Being Granted : Persetujuan Charter, baru dapat direalisasi bila Ship Owner dan atau Charter telah memperoleh ijin tertentu dari pemerintah baik ijin yang menyangkut muatan juga ijin untuk kapal yang akan dicharter tersebut.

Prompt Ship : Syarat yang ditentukan bahwa Ship Owner harus menyiapkan kapalnya dalam waktu pendek (1 s/d 2 minggu) setelah C/P siap ditandatangani.

Spot Boat : Syarat yang ditentukan bahwa kapal yang dicharter akan siap digunakan segera setelah C/P siap ditandatangani, karena kapalnya sudah siap on the spot.

Fixture Note or Fixture : Surat Perjanjian Pokok atau Surat Perjanjian Pendahuluan

Term & Condition : Syarat-syarat dan ketentuan umum yang digunakan dalam C/P Now Trading Posisi kapal saat sedang berlayar ketika penawaran sedang diajukan.

Duration Of Contract : Masa kontrak charter party

Seaworthynees Of The Ship : Kelayakan kapal (berlayar dalam kondisi layak)

Tender Of Ship : Serah terima kapal yang siap pakai.

Concelling Date : Tanggal pembatalan charter party.

Obligation For Expenses : Pembebanan biaya-biaya operasi kapal.

Trading Limits & Cargoes : Pembatasan Wilayah Operasi Pelayaran dan Muatan yang boleh diangkut.

Supercargo : Perwakilan penyewaan diatas kapal yang mengawasi Nakhoda dan Awak Kapal yang di sewakan, bekerja sesuai kepentingan penyewa.

Charterer is Limitation of Liability : Pembatasan tanggung jawab penyewa kapal.

Custody : Penjagaan muatan diatas kapal menjadi tanggung jawab carrier.

Escape Clause : Syarat yang membebaskan pihak tertentu dan tanggung jawab tertentu.

Safe Port : Pelabuhan yang aman.

Loading & Discharging Rate : Kecepatan pemuatan dan pembongkaran pemuatan dari/ke kapal.

Damage for Detention : Suatu protes dari Nakhoda yang menyatakan bahwa kecepatan B/M ditetapkan lebih tinggi daripada kemampuan kapal.

Standard Charter Formulir : tertentu yang lazim dipakai untuk merumuskan persetujuan sewa-menyewa ruang kapal.

Redelivery : Waktu kapal dikembalikan oleh Charterer kepada/Ship Owner karena kurun waktu perjanjian sewa menyewa kapal telah berakhir (sesuai C/P).

Time Sheet : Daftar yang berbentuk matrik/tabelaris yang disusun dengan tujuan untuk menentukan demurrage dan dispatch. Tabel tersebut berisi kolom-kolom data tentang : hari, tanggal, bulan dan jam kerja, jam yang digunakan berapa jam dan menit kerja lembur (overtame) dalam jam dan menit, jumlah barang yang dimuat dalam ton dan koli.

Demikianlah penjelasan mengenai TrawlBoat, layanan jasa sewa kapal atau charter kapal dari Trawlbens. Semoga bermanfaat.


Yuks!! Bagikan Artikel Ini